SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT,,,amin

Selasa, 13 November 2007

Kiat Tangkal ALIRAN SESAT

WAAAAAAAAAA......
aliran2 sesat makin banyak aja sekarang...
TAPI,,
jangan takut,,ni ada sedikit tips supaya ngga kecantol aliran2 sesat tsb...

Kiat Tangkal ALIRAN SESAT

-pahami dengan baik aqidah islam dengan memegang teguh Al-quran dan sunnah.

-klo pengen belajar agama ma guru agama atau pengajar agama,, kita harus tau banged identitas guru tsb,,jangan sampe salah pilih.

-model pengajaran islam yang benar,umumnya cara pengajarannya terbuka ada diskusi dan teruji. Hindari pengajian yang diadakan di tempat tertutup sembunyi-sembunyi,dan diikuti sedikit peserta.

-bagi kamu2 yang berpegang pada ahlus sunnah wal jama'ah, sudah jelas ada standar dan ukurannya. Misalnya kita beriman kepada Allah SWT, kita beriman kepada Al-quran, dan beriman kepada sunnah Rasulullah SAW. kita sudah meyakini tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.. kalau nabi saja tidak, apalagi rasul...!!!


diambil dari : tabloid REPUBLIKA,,dialog jum'at,,tgl 2 nov 2007

Kiat Tangkal ALIRAN SESAT

WAAAAAAAAAA......
aliran2 sesat makin banyak aja sekarang...
TAPI,,
jangan takut,,ni ada sedikit tips supaya ngga kecantol aliran2 sesat tsb...

Kiat Tangkal ALIRAN SESAT

-pahami dengan baik aqidah islam dengan memegang teguh Al-quran dan sunnah.

-klo pengen belajar agama ma guru agama atau pengajar agama,, kita harus tau banged identitas guru tsb,,jangan sampe salah pilih.

-model pengajaran islam yang benar,umumnya cara pengajarannya terbuka ada diskusi dan teruji. Hindari pengajian yang diadakan di tempat tertutup sembunyi-sembunyi,dan diikuti sedikit peserta.

-bagi kamu2 yang berpegang pada ahlus sunnah wal jama'ah, sudah jelas ada standar dan ukurannya. Misalnya kita beriman kepada Allah SWT, kita beriman kepada Al-quran, dan beriman kepada sunnah Rasulullah SAW. kita sudah meyakini tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.. kalau nabi saja tidak, apalagi rasul...!!!


diambil dari : tabloid REPUBLIKA,,dialog jum'at,,tgl 2 nov 2007

DO'A

ya Allah ya tuhan kami,ampunilah kami,,
permudahkan hati kami untuk dapat memahami kehendakmMU,,
memahami akan ilmu-ilmuMu,,
agar kami selamat dunia akhirat...AMIN


ya Allah,,tiada yang mudah selain yang Kau mudahkan
dan Kau jadikan kesusahan itu mudah
jika Engkau menghendakinya jadi mudah,,,AMIN


YA Allah,,jangan biarkan hati kami kosong,,
isilah dengan asma dan tauhidMU,,
sirami kami cinta dan kasihMU,,
agar hati kami tentram ditengah berbagai UJIAN...AMIN

Senin, 05 November 2007

SILATURRAHMI

Menurut Rasulullah, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya

Muhammad Baqir ra pernah mendapat wasiat dari ayahnya (Imam Zainul Abidin, ra). Ia (kata Baqir) telah berwasiat kepadaku, “Janganlah duduk bersama lima jenis manusia. Jangan berbicara kepada mereka, bahkan jangan berjalan bersama mereka, meskipun tidak disengaja.

Pertama, Orang Fasik. Karena ia akan menjualmu hanya untuk sesuap makanan.

Kedua, Orang Bakhil. Karena ia akan memutuskan hubungan di saat kita kita memerlukan.

Ketiga, Pembohong. Karena ia akan menipumu. Karena ia akan senantiasa menipumu.

Keempat, Orang Bodoh. Karena ia berkeinginan memberikan manfaat bagimu, namun karena kebodohannya, ia jutru merugikanmu.

Kelima, Orang yang memutuskan tali silaturahmi. Karenanya, janganlah berdekatan dengannya.



Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapat balasan di dunia berupa: kedekatan kepada Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan, rumahnya dimakmurkan, tercegah dari mati dengan cara tidak baik, dicintai Allah dan dicintai keluarganya.

Yang lebih penting dari itu semua, di akhirat kelak, ia akan mendapat balasan surga dari Allah SWT: Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan akan ke surga". Rasulullah menjawab; "Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi". (HR. Bukhari).

Sikap memaafkan & manfaatnya

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur'an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman:
"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al-Quran bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43)

Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali 'Imraan, 3:134)

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al-Quran. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.


Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.


Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang.


Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih - memperburuk keadaan.


SO,,,JNGN MRAH2 YA......SABAR2